Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Menganalisis Hal-Hal Yang Dapat Diteladani dari Teks Biografi

sumber: ayoBandung.com
Pernahkah kamu membaca biografi dari orang-orang terkenal atau  tokoh idolamu? Biografi perlu dipelajari agar kita bisa mengetahui pengalaman hidup, perjuangan, karakter, dan sisi positif lainnya yang dapat di teladani.

A. PENGERTIAN
Biografi secara etimologis berasal dari bahasa Yunani, yaitu "bios" yang artinya hidup dan "Graphien" yang artinya tulisan. Maka pengertian biografi adalah tulisan yang menceritakan tentang kehidupan seseorang. Namun ada 2 hal yang perlu diketahui dari segi penulis biografi, yaitu (1) jika perjalanan kehidupan di tulis oleh orang lain dinamakan biografi, (2) jika perjalanan hidup ditulis oleh orang yang bersangkutan disebut autobiografi.

       Teks biografi memiliki ciri-ciri atau karakteristik yang membedakannya dengan teks lain. Adapun ciri-ciri teks biografi dalam bahasa Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Isi teks biografi menceritakan kisah atau perjalanan hidup seorang tokoh.
  2. Menggunakan beberapa unsur kebahasaan seperti kata hubung, kata rujukan, kata kerja, waktu, aktivitas(peristiwa), dan tempat,
  3. Teks biografi dapat disajikan dalam bentuk fiksi maupun nonfiksi.
  4. Teks biografi disajikan mengikuti pola tertentu yang didasarkan pada alur cerita khususnya alur maju, sudut pandang penceritaan, gaya penulisan, fokus penceritaan, dan penggunaan bahasa.
  5. Paragraf-paragraf dalam teks biografi dikembangkan secara deskriptif dan naratif.
  6. Teks biografi umumnya disusun mengikuti struktur tertentu seperti orientasi, kejadian atau peristiwa penting, dan reorientasi.
  7. Karakter sang tokoh dalam teks biografi digambarkan secara langsung maupun tidak langsung.
  8. Pola pengembangan teks biografi bersifat kronologis.

B. STRUKTUR TEKS BIOGRAFI   
       Teks biografi termasuk teks naratif yang tergolong pada teks makro. Dan karenanya, struktur teks biografi tidaklah seragam tergantung pada cara penulis dalam menyampaikan gambaran tentang tokoh dan peristiwa yang dialaminya. Meski demikian, sebagai teks narasi, struktur teks biografi memiliki kesamaan dengan teks cerita ulang lainnya seperti cerpen dan hikayat yakni terdiri dari orientasi, peristiwa dan masalah, dan reorientasi.

  1. Orientasi atau setting  berisi gambaran awal tentang tokoh atau pelaku di dalam teks biografi secara umum. Dengan kata lain, orientasi berisi informasi mengenai latar belakang kisah atau peristiwa yang akan diceritakan selanjutnya untuk membantu pendengar atau pembaca. Informasi yang dimaksud umumnya berkenaan dengan ihwal siapa, kapan, di mana, dan bagaimana.
  2. Kejadian atau peristiwa penting berisi rangkaian peristiwa yang disusun secara kronologis menurut urutan waktu, yang meliputi kejadian-kejadian utama yang dialami sang tokoh. Pada bagian ini juga diuraikan hal-hal yang menarik, mengesankan, mengagumkan, dan mengharukan yang dialami tokoh atau pelaku serta komentar-komentar pencerita pada beberapa bagiannya.
  3. Reorientasi berisi komentar evaluatif atau pernyataan simpulan mengenai rangkaian peristiwa yang telah diceritakan sebelumnya. Singkatnya, reorientasi berisi pandangan penulis terhadap tokoh yang diceritakan. Reorientasi bersifat opsional, dalam arti boleh ada boleh juga tidak ada di dalam teks biografi.

C. KAIDAH KEBAHAASAAN   
      Teks biografi dikembangkan baik secara deskriptif maupun naratif. Dan karenanya, ide pokok teks biografi tidak secara langsung dapat diketahui karena tidak terdapat dalam satu kalimat utama. Untuk mengetahui ide pokok teks biografi, pembaca harus membaca keseluruhan teks dan memahami isi teks biografi sehingga pembaca dapat menentukan apa yang sebenarnya menjadi isi pokok serta menangkap makna teks biografi.

       Makna teks biografi dapat diketahui melalui pemahaman kaidah kebahasaan yang ada dalam teks biografi. Umumnya, teks biografi menggunakan beberapa kaidah kebahasaan yang dominan seperti menggunakan jenis-jenis kata dalam bahasa Indonesia seperti kata ganti, kata hubung atau kata sambung, pengacuan atau merujuk kata, kata kerja, kalimat simpleks, kata sifat, dan kata keterangan.

  • Kata ganti

Teks biografi umumnya banyak menggunakan pronomina atau kata ganti orang ketiga tunggal (ia atau dia atau beliau) yang digunakan secara bervariasi dengan penyebutan nama tokoh atau panggilan tokoh. (Baca juga : Contoh Kata Ganti Orang Ketiga dalam Kalimat)
Kata hubung
Selain banyak menggunakan kata ganti, teks biografi juga kerap menggunakan macam-macam kata penghubung. Kata hubung atau kata sambung atau konjungsi adalah kata yang menghubungkan satu kata dengan kata lainnya dalam satu kalimat (konjungsi intrakalimat) atau satu kalimat dengan kalimat lainnya (konjungsi antarkalimat). Contoh konjungsi intrakalimat di antaranya adalah dan, tetapi, lalu, kemudian. Sedangkan contoh konjungsi antarkalimat di antaranya adalah akan tetapi, meskipun demikian, oleh karena itu.
  • Kata kerja

Ada jenis-jenis kata kerja yang kerap digunakan dalam teks biografi yaitu kata kerja material, kata kerja pasif, dan kata kerja mental.
Kata kerja material adalah kata kerja yang menyatakan tindakan atau menunjukkan aktivitas atau perbuatan fisik atau peristiwa dan dilakukan oleh tokoh. Contoh kata kerja material antara lain membaca, berjalan, belajar, menulis, memukul, dan lain sebagainya.
Kata kerja pasif adalah adalah kata kerja yang digunakan untuk menjelaskan peristiwa yang dialami oleh tokoh sebagai subjek yang diceritakan. Contoh kata kerja pasif antara lain diberi, ditugaskan, dipilih, dan lain sebagainya.
Kata kerja mental adalah kata kerja yang berhubungan dengan aktivitas mental dalam rangka penggambaran peran tokoh. Contoh kata kerja mental antara lain memahami, menyetujui, menginspirasi, mencintai, dan lain sebagainya.
  • Kata sifat

Teks biografi juga banyak menggunakan jenis-jenis kata sifat atau adjektif. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi secara rinci tentang sifat-sifat yang dimiliki oleh tokoh yang diceritakan kepada pembaca. Dalam penggunaannya, kata sifat selalu didahului oleh kopulatif seperti adalah atau merupakan.
  • Kata depan dan kata benda

Selain kata ganti, kata hubung, kata kerja, dan kata sifat, teks biografi juga banyak menggunakan kata-kata yang menujukkan urutan waktu, aktivitas, dan tempat. Misalnya, kata-kata yang menunjuk waktu adalah tahun 1945. Kata-kata yang menunjuk aktivitas atau peristiwa misalnya aktif di organisasi atau lahir. Dan, kata-kata yang menunjuk tempat contohnya adalah Yogyakarta, Bangka, dan lain sebagainya.
  • Pengacuan atau merujuk kata

Teks biografi juga banyak menggunakan pengacuan atau merujuk kata atau kata rujukan yakni bagian kata atau kelompok kata yang merujuk pada kata atau kelompok kata kalimat sebelumnya. Digunakannya pengacuan atau merujuk kata atau kata rujukan dalam teks biografi dimaksudkan untuk menghindari pengulangan kata yang sama terus-menerus.
  • Kalimat simpleks

Kaidah kebahasaan lain yang kerap ditemukan pada teks biografi adalah digunakannya kalimat simpleks atau kalimat tunggal. Menurut Sasangka (2014), kalimat simpleks atau kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri dari satu klausa atau satu struktur predikat. Adapun satu struktur predikat di dalam kalimat dapat berupa subjek-predikat (S-P); subjek, predikat, objek (S-P-O); subjek, predikat, pelengkap (S-P-Pel); subjek, predikat, objek, pelengkap (S-P-O-Pel); subjek, predikat, keterangan (S-P-K); atau hanya berupa predikat (P).

D. JENIS-JENIS BIOGRAFI
     Berdasarkan dari segi penulis dibagi 2 (dua):
  1. Autobiografi, kisah kehidupan yang ditulis oleh yang bersangkutan(dirinya sendiri)
  2. Biografi, kisah kehidupan yang ditulis oleh orang lain.
     Berdasarkan isinya, biografi dibedakan menjadi 2(dua), yaitu:
  1. Biografi perjalanan hidup, berisi perjalanan hidup tokoh yang ditulis lengkap dan singkat;
  2. Biografi perjalanan karier, berisi perjalanan karir seorang tokoh dari awal hingga mencapai kesuksesan
      Berdasarkan persoalan yang dibahas, biografi dibedakan menjadi 3 (tiga), yaitu:
  1. Biografi politik, yaitu biografi yang berisi tentang tokoh yang berkecimpung dalam dunia politik;
  2. Biografi jurnalistik/sastra, biografi yang ditulis oleh seseorang melalui tahapan wawancara, riset, dan lainnya;
  3. Biografi intelektual, yaitu biografi yang ditulis sesuai gaya penulisan ilmiah.
      Berdasarkan penerbitnya, biografi dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu,:
  1. Buku sendiri, yaitu biografi yang seluruh biayanya ditanggung oleh si pembuat biografi itu sendiri;
  2. Buku subsidi, yaitu biografi yang pembuatannya dibiayai oleh sponsor, baik itu biaya penulisan, biaya percetakan, maupun biaya lainnya.
Berikut ini adalah contoh sebuah Biografi 


Ir. H. Joko Widodo (Jokowi)

BIODATA LENGKAP JOKOWI
Nama Lengkap : Ir. H. Joko Widodo
Nama Alias : Jokowi
Agama : Islam
Tempat Lahir : Surakarta, Jawa Tengah
Tanggal Lahir : Rabu, 21 Juni 1961
Zodiak : Gemini
Hobby : Membaca | Traveling
Kebangsaan : Indonesia
Partai politik : Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Istri : Ny. Hj. Iriana Joko Widodo
Anak : Gibran Rakabuming Raka – Kahiyang Ayu – Kaesang Pangarep
Alma mater : Universitas Gadjah Mada
Pekerjaan : Pengusaha
Akun Twitter : @jokowi_do2
Email : jokowi@indo.net.id

BIOGRAFI LENGKAP JOKOWI

      Mendengar nama Joko Widodo, tentu Anda pasti ingat dengan seorang gubernur yang suka blusukan. Sekarang ini nama Joko Widodo menjadi sangat terkenal dengan banyaknya para pakar yang menyebutkan jika dia adalah salah satu calon presiden yang paling potensial. Bahkan, banyak orang yang memprediksi jika dia adalah calon yang paling mungkin menang dalam pemilu tahun 2014. Dalam biografi Joko Widodo disebutkan jika dia lahir pada tanggal 21 Juni 1961 di kota Solo. Dia berasal dari keluarga yang cukup sederhana. Akan tetapi dengan kerja keras, membuat pria ini bisa sukses.

      Dalam biografi Joko Widodo dikatakan jika menempuh pendidikan dasar hingga menengah di kota Solo. Dan setelah itu pada pendidikan tinggi, Jokowi memilih untuk belajar di UGM. Pada saat menempuh pendidikan di perguruan tinggi memang tidak ada prestasi yang menonjol yang dilakukan oleh Jokowi. Setelah selesai kuliah, pria ini memilih untuk bekerja pada sebuah perusahaan. Akan tetapi dia tidak bertahan lama dan memilih untuk meneruskan usaha mebel yang dimiliki oleh keluarga. Dalam waktu yang cepat, usaha mebel yang dilakukan berhasil mendapatkan banyak keuntungan.

        Pada tahun 2005 Jokowi terpilih menjadi walikota Solo. Ada banyak sekali prestasi yang sudah dilakukan pria ini di kota Solo. Karena melihat prestasi Jokowi yang bagus di kota Solo, pada tahun 2012 dia dicalonkan menjadi gubernur Jakarta. Dalam biografi Joko Widodo disebutkan, untuk menjadi gubernur Jakarta, Jokowi harus menghadapi perlawanan yang sengit dari lawan politiknya. Dengan kerja keras yang dilakukan, akhirnya Jokowi bisa menang dalam pilkada Jakarta.

         Setelah menjadi gubernur Jakarta, tentu membuat pria ini semakin sibuk. Banyak sekali aktifitas yang harus dia lakukan. Tidak sedikit pula media yang membuat berita khusus akan Jokowi. Dengan popularitas yang semakin meningkat ini sudah pasti membuat banyak orang yang ingin Jokowi maju sebagai presiden. Pada tahun ini Jokowi resmi menjadi calon presiden dari partai PDI-P. Dengan maju sebagai calon presiden, pria ini menjadi semakin sibuk dan banyak musuh khususnya dalam dunia politik.

Tanggal 20 Oktober 2014, sosok wong cilik yang dikenal dengan gaya blusukannya ini secara resmi di lantik sebagai Presiden Republik Indonesia ke-7. Hari yang begitu bersejarah untuk bangsa Indonesia dimana banyaknya masyarakat yang ikut merayakan pengangkatan Presiden ketuujuh ini. Tidak hanya dalam kalangan masyarakat biasa, beberapa artis pun ikut merayakan dengan menggelar acara konser salam 3 jari di Monas, Jakarta. Saat ini masyarakat menanti kinerja sosok Presiden RI ke-7 ini hingga tahun 2019. Semoga dengan membaca biografi Joko Widodo ini bisa menambah wawasan Anda.

   PENDIDIKAN JOKOWI

  • SMP Negeri 1 Surakarta
  • SMA Negeri 6 Surakarta
  • Universitas Gajah Mada (UGM) Fakultas Kehutanan

   KARIR JOKOWI

  • Walikota Surakarta (2005-2012)
  • Gubernur Jakarta (2012-2017)
  • Pengusaha mebel dan pertamanan

   PENGHARGAAN JOKOWI

  • Bintang Jasa Utama – Presiden Republik Indonesia
  • Piala Citra Bhakti Abdi Negara (2008-2009-2010) – Presiden Republik Indonesia
  • Agent of change Kemandirian – Dompet Dhuafa
  • Democracy Award: Manusia Bintang – RMOL
  • Decade Award: Rising Leader – Men’s Obsession
  • E-government – Kemkominfo
  • Adiupaya Puritama – Kemenpera
  • Best City Award – Delgosea
  • Pengendali inflasi – Bank Indonesia
  • Tata ruang kedua terbaik se-Indonesia – Kementrian PU
  • Top 50 Leaders dari Fortune
  • Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan – Kemennaker
  • Bung Hatta Anti Corruption Award – Meutia Hatta
  • Anti Gratifikasi – KPK
  • Program Perlindungan Anak – UNICEF Tahun 2006
  • Walikota No.3 Terbaik Dunia – The City Mayors Foundation
  • Social Media Award – Majalah Marketing & Frontier Consulting Group
  • 10 Tokoh Pilihan Tahun 2008 – Tempo
  • Tokoh Pluralis Tahun 2013 – dari Lembaga Pemilih Indonesia
  • Tokoh Seputar Indonesia Tahun 2013 – Anugerah Seputar Indonesia
  • Good Governance Award (20 September 2012) – Soegeng Soerjadi
  • Pencapaian target MDGs Untuk program KJP dan KJS – Bappenas
  • Pangripta Nusantara Utama – Bappenas
  • Nominasi World Mayor Tahun 2012
Nah, berdasarkan biografi di atas, termasuk jenis biografi apakah itu? Silahkan dijawab di komentar ya..

E. Bagaimana Menulis Biografi?

Teks biografi adalah teks yang menceritakan riwayat hidup seseorang. Oleh karena itu, dalam penyusunannya tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Ada beberapa langkah yang harus dilalui ketika akan membuat teks biografi. Langkah-langkah pembuatan teks biografi adalah sebagai berikut.

  1. Mengumpulkan informasi dasar sang tokoh yang akan diceritakan seperti nama, nama gelar kalau ada, tempat tanggal lahir, nama orang tua, dan riwayat singkat sang tokoh.
  2. Menggali data dan informasi yang berkaitan dengan sang tokoh dari berbagai sumber.
  3. Memilah dan memilih data dan informasi yang diperlukan.
  4. Mengolah semua data dan informasi yang diperlukan untuk membangun teks biografi.
  5. Merangkai semua informasi dengan kalimat yang runut dan bernalar sesuai dengan kaidah kebahasaan dalam menyusun teks biografi.
  6. Membangun abstrak teks biografi yang akan dibangun.
  7. Mengembangkan abstrak teks biografi sesuai dengan struktur teks biografi yakni membangun bagian orientasi, mengurutkan semua peristiwa yang dialami sang tokoh, dan menuliskan atau menyampaikan pendapat penulis tentang sang tokoh yang diceritakan

1 comment for "Menganalisis Hal-Hal Yang Dapat Diteladani dari Teks Biografi"

  1. Adanya teks biografi memberi banyak pelajaran pada kita mengenai kisah perjuangan hidup seseorang, mulai dari susahnya hingga orang tersebut mendapat kesuksesan. Yuk kunjungi website kampus kami https://walisongo.ac.id/

    ReplyDelete