aoUhVj1sFfXbUTRIyoVNm2UnxJxRFaPgs25Tl7uL

Followers

Widget HTML #1

Widget HTML (label produk)

Widget HTML (label jasa)

Menu Halaman Statis

Bookmark

Jenis-jenis Konteks Dalam Pragmatik

 

Rangkuman Rentang Konteks Dalam Pragmatik



Pragmatik tidak hanya melihat makna dari kata atau kalimat secara leksikal, tetapi juga mempertimbangkan konteks yang melatarbelakangi penggunaan bahasa. Konteks inilah yang membantu kita memahami maksud penutur secara tepat. Berikut akan beberapa rangkuman rentang konteks dalam studi pragmatik:

A.    Konteks Sosial

Konteks sosial adalah konteks yang berkaitan dengan hubungan sosial antara penutur dan mitra tutur dalam suatu interaksi komunikasi. Konteks ini biasanya dilihat secara Horizontal atau sejajar secara kelas sosial

Aspek-aspek konteks sosial:

1)     Status sosial

Kedudukan seseorang dalam masyarakat yang memengaruhi cara berbahasa.

Contoh: bahasa mahasiswa kepada dosen biasanya lebih formal.

2)     Peran sosial

Peran yang sedang dijalankan seseorang dalam komunikasi.

Misalnya: guru–murid, atasan–bawahan, orang tua–anak.

3)     Jarak sosial

Tingkat kedekatan hubungan antara penutur dan mitra tutur.

a.      Hubungan dekat → bahasa santai

b.     Hubungan jauh → bahasa lebih formal

 

B.    Konteks Sosietal

Konteks sosietal berkaitan dengan sistem dan struktur masyarakat yang lebih luas yang mempengaruhi penggunaan bahasa.

Aspek-aspek konteks sosietal:

1)     Struktur sosial masyarakat

Sistem kelas sosial atau stratifikasi yang mempengaruhi cara berbicara.

2)     Norma sosial

Aturan yang berlaku dalam masyarakat mengenai cara berkomunikasi.

3)     Institusi sosial

Lembaga seperti sekolah, pemerintah, agama, atau organisasi yang memiliki aturan komunikasi tertentu.

Contoh. Bahasa dalam rapat pemerintahan cenderung formal, resmi, dan sistematis karena dipengaruhi oleh institusi sosial dan norma masyarakat.

 

C.    Konteks Kultural

Konteks kultural adalah konteks yang berkaitan dengan nilai, tradisi, adat, dan budaya masyarakat yang mempengaruhi makna tuturan.

 

Aspek-aspek konteks kultural

 

1)     Nilai budaya

Pandangan masyarakat tentang sopan santun, hormat, dan etika komunikasi.

Contoh. Masyarakat Batak ketika bertemu dengan mengucapkan “Horas”. Serta menyapa dengan sapaan “Amang”, “Inang”, “Lae”, “Namboru” menunjukkan penghormatan serta hubungan kekerabatan

2)     Tradisi dan adat istiadat

Kebiasaan budaya yang mempengaruhi cara berbicara.

Contoh. Penggunaan aksen sebagai tradisi yang melekat pada orang batak sehingga orang dapat mengenali dan menyesuaikan cara berkomunikasi.

3)     Simbol budaya

Kata atau ungkapan yang memiliki makna khusus dalam budaya tertentu.

Contoh. Ungkapan terkait “Dalihan Natolu” menjadi simbol budaya serta falsafah orang batak dalam menentukan kelas atau struktur sosial dalam berkomunikasi.

 

D.    Konteks Situasional

Konteks situasional adalah konteks yang berkaitan dengan situasi langsung saat tuturan terjadi.

 

Aspek-aspek konteks situasional:

 

1)     Tempat terjadinya komunikasi

Misalnya: di kelas, pasar, kantor, rumah.

Contoh. Pada masyarakat Batak, Seorang anak yang bermarga Hutasoit akan memanggil guru bermarga Hutasoit “Pak” ketika berada di kelas atau sekolah. Namun, sapaan itu akan berubah seiring berubahnya situasi terkait tempat tuturan terjadi. Anak bermarga Hutasoit akan memanggil “uda” kepada guru yang bermarga Hutasoit

 

2)     Waktu komunikasi

Waktu tertentu dapat memengaruhi makna tuturan.

Contoh. “Ada janji pagi ini?” Maksud dari tuturan ini tentu harus dilihat juga siapa yang menuturkan. Misalnya jika tuturan itu disampaikan oleh istri kepada suaminya. Maksudnya adalah ini menyusun kegiatan hari itu juga. Berbeda ketika tuturan itu disampaikan oleh sekretaris, maksudnya adalah mengingatkan mitra tutur terkait agenda yang sudah terjadwal.

 

3)     Partisipan komunikasi

Siapa yang terlibat dalam percakapan.

Contoh. Tuturan pada no 2 di atas menunjukkan perbedaan maksud apabila partisipasi bertutur berbeda (Yaitu, istri dengan sekretaris)

 

4)     Tujuan komunikasi

Apakah untuk memerintah, meminta, memberi informasi, atau bercanda.

Contoh. "Panas sekali di sini." Tuturan tersebut dapat bermaksud sekadar memberikan informasi dan juga dapat bermaksud untuk memerintah agar mitra tutur menyalakan AC

 

E.    Konteks Siberteks

Konteks siberteks digunakan untuk mengkaji tuturan atau teks dalam ruang digital. Beberapa turunan konteks siberteks adalah sebagai berikut:

1)     Spasial

Konteks spasial berkaitan dengan ruang atau tata letak komunikasi termasuk jarak antar teks dalam media digital yang memengaruhi cara pesan dipahami.

 

Aspek-aspeknya:

 

a)     Tata letak pesan (layout) dalam layar atau platform digital.

b)     Urutan percakapan dalam thread atau kolom komentar.

c)     Posisi teks atau simbol dalam suatu tampilan digital.

d)     Ruang interaksi virtual seperti grup, forum, atau kolom komentar.



 

Contoh

Dalam kolom komentar kanal YouTube Wizz Baker: terlihat komentar dari yang punya kanal disematkan. Maksudnya, selain ingin pesannya ingin dilihat oleh orang lain, Wiss Baker juga ingin menunjukkan eksistensinya di kanal YouTubenya sendiri dan menunjukkan maksud kehangatan kepada para fansnya.

 













2)     Konteks Visual

Konteks visual berkaitan dengan unsur yang dapat dilihat secara visual (oleh indra penglihatan) dalam komunikasi digital.

 

Aspek-aspeknya:

 

a)     Emoji atau emotikon

b)     Gambar atau foto

c)     Meme atau ilustrasi

d)     Tipografi (jenis huruf, huruf kapital, warna)

e)     Video atau GIF

 

Contoh

Konteks tuturan: Penutur dan mitra tutur adalah sama-sama wakil kepala sekolah.

Penutur menyampaikan pesan singkat kepada mitra tutur terkait kesalahan penentuan honor pendamping pada kegiatan rekoleksi siswa kelas XI. Penutur meminta bantuan mitra tutur untuk membantu menjawab apabila kepala sekolah bertanya terkait kesalahan tersebut. Emoji yang digunakan oleh penutur memberikan nada situasi yang dialami oleh penutur yang gugup dan takut. Sehingga mitra tutur bersimpati dan mau membantu penutur untuk menjawab pertanyan dari kepala sekolah.

Artinya, unsur visual dapat memberikan maksud pragmatik suatu tuturan.

 

3)     Konteks Aural

Konteks aural berkaitan dengan unsur bunyi dalam komunikasi digital.

 

Aspek-aspeknya:

a)     Pesan suara (voice note)

b)     Nada suara dalam rekaman audio

c)     Intonasi dan tekanan suara

d)     Musik atau efek suara dalam konten digital

 

Contoh

Kalimat yang sama dapat bermakna berbeda tergantung intonasi:

"Iya, saya mengerti."

dengan nada lembut → menunjukkan pemahaman

dengan nada tinggi → bisa menunjukkan kejengkelan

Dalam komunikasi digital, perbedaan ini sering muncul dalam voice note atau video.

 

4)     Konteks Gestural

Konteks gestural berkaitan dengan gerak tubuh atau ekspresi yang muncul dalam komunikasi digital, terutama dalam media audiovisual.

 

Aspek-aspeknya:

 

a)     Ekspresi waja

b)     Gerakan tangan

c)     Bahasa tubuh dalam video

d)     Animasi atau stiker yang meniru gerakan tubuh

 

Contoh

Konteks tuturan: Presiden Donald trump sedang diwawancara oleh para awak media. Terlihat donald trum mengarahkan jari telunjuknya ke arah mulut.

Maksud konteks.

Presiden bermaksud memberikan pesan kepada awak media agar menyampaikan pesan kepada presiden Ukrainan untuk tidak terlalu banyak berbicara di awak media.

 

5)     Konteks Linguistik

Konteks linguistik berkaitan dengan unsur bahasa yang digunakan dalam komunikasi digital.

 

Aspek-aspeknya

 

a)     Pilihan kata

b)     struktur kalimat

c)     singkatan atau bahasa gaul digital

d)     gaya bahasa dalam teks digital

 

Contoh

Konteks tuturan: seseorang yang memiliki akun YouTube memberikan komentar pada kanal YouTube Official iNews. Penggunaan bentuk bahasa wkwkwkwk menunjukkan maksud tertawa (reaksi) terhadap isu atau konten yang dilihat pada kanal YouTube Official iNews. Penggunaan bahasa tersebut menjadi fenomena yang tidak memiliki makna secara literal tetapi memiliki maksud secara pragmatik

 

0

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan bijak