aoUhVj1sFfXbUTRIyoVNm2UnxJxRFaPgs25Tl7uL

Followers

Widget HTML #1

Widget HTML (label produk)

Widget HTML (label jasa)

Widget HTML #3

Menu Halaman Statis

Bookmark

UJIAN PRAKTIK BAHASA INDONESIA KELAS XII TINGKAT SMA/K 2026

  PETUNJUK TEKNIS (JUKNIS)  DAN KISI-KISI UJIAN PRAKTIK SEKOLAH

BAHASA INDONESIA

TAHUN PELAJARAN 2025/2026

 




Mata pelajaran          : Bahasa Indonesia

Kurikulum                 : Merdeka

Bidang Keahlian       : Semua jurusan

Bentuk Soal              : Praktik (DEKLAMASI PUISI)

Hari/Tanggal             : Senin-Rabu(Februari 2025)

TUJUAN PEMBELAJARAN      :

4.1Mendeklamasikan puisi dengan memperhatikan penghayatan, mimik, gestur, vocal, dan nada yang tepat

INDIKATOR SOAL

1.   Disajikan puisi karya W. S. rendra dengan judul "Gugur", peserta uji mendeklamasikan puisi sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan memperhatikan indikator peniliaian.

SOAL

1.     Bacalah puisi yang berjudul "Gugur" karya W. S. Rendra,  kemudian hafal dan pahami puisinya dengan baik. Setelah itu deklamasikan puisi tanpa membaca teks!!

2.     Perhatikan indikator penilaian sebagai acuan untuk mendapatkan nilai terbaik!

A.   PENGERTIAN PUISI

Puisi adalah salah satu bentuk dari karya sastra. Puisi adalah karya sastra yang terikat pada rima dan irama yang disusun dalam bentuk baris dan bait untuk menggambarkan perasaan pengarangnya.

Adapun ciri-ciri puisi :

✓ Ditulis dalam bentuk baris berjajar ke bawah secara berkelompok. 

✓ Kelompok baris tersusun dalam bait. 

✓ Terdapat pola bunyi (Rima) Rima merupakan penataan unsur bunyi yang ada dalam kata. Penataan ini berupa pengulangan bunyi yang sama pada satuan baris atau baris-baris berikutnya dalam bait. 

✓ Terdapat irama (ritme) Irama sangat jelas terlihat saat puisi dibacakan. Intonasi, penekanan kata, tempo (cepat lambat pengucapan), dan penataan rima memunculkan irama puisi. 

✓ Terdapat pilihan kata (diksi) Kekuatan utama ekspresi puisi terdapat pada pilihan kata atau diksi. Kata-kata yang dipilih penyair berfungsi untuk menyampaikan maksud atau makna puisi. Diksi yang digunakan dalam puisi biasanya bersifat kias, padat, dan indah. Kata yang dipilih dapat berupa kata objektif atau emotif, ada juga kata yang memiliki makna simbolik. Suatu kata mewakili pengertian tertentu, misalnya perahu retak, bulan biru, dan lain- lain. 

✓ Penggunaan majas (gaya bahasa, perumpamaan) sangat dominan. 

✓ Latar, alur, dan tokoh tidak begitu ditonjolkan.  


B. Perbedaan Membaca Puisi dengan Mendeklamasikan Puisi

1. Membaca Puisi

    Membaca puisi adalah proses membaca teks puisi dengan intonasi, mimik, dan gerak tubuh untuk menginterpretasikan makna atau maksud puisi. Prosesnya dengan membaca teks puisi di tangan serta mengekpresikannya dengan penuh penghayatan.

2. Mendeklamasikan Puisi

    Mendeklamasikan puisi berbeda dengan membaca puisi. Letak perbedaannya adalah mendeklamasikan puisi harus menghafalkan atau tanpa membaca teks puisi pada saat menampilkan pertunjukan puisi. Fokusnya pada menyampaikan isi puisi dengan penuh penghayatan serta dapat meluapkan emosi penulis puisi dengan sangat menjiwai makna atau maksud puisi


B.   Unsur- unsur Puisi

➢ Kata: unsur utama dalam penyusunan puisi, menentukan kesatuan dan keindahan makna puisi secara keseluruhan. 

➢ Larik atau baris: paduan kata-kata yang dituliskan dalam kalimat berbentuk baris. 

➢ Kalimat dalam puisi tidak menggunakan aturan baku karena bisa berupa satu kata, frase, atau kalimat lengkap. 

➢ Bait: kumpulan larik yang tersusun harmonis, mengandung makna puisi. 

➢ Rima: bunyi yang ditimbulkan oleh huruf atau kata untuk memperindah puisi, umumnya berada di suku kata akhir setiap larik. Rima bisa berupa pengulangan bunyi (sajak a-a-a-a atau a-b-a-b) atau bunyi bebas tanpa pola. 

➢ Irama: pergantian tinggi rendah, panjang pendek, dan keras lembut bunyi bacaan puisi. 

➢ Makna/Isi: informasi utama yang disampaikan dalam puisi. 

➢ Amanat: pesan yang disampaikan oleh penulis puisi kepada pembaca, tersirat di balik kata-kata dan berada di balik tema yang diungkapkan.


NASKAH PUISI

Gugur – RENDRA

Ia merangkak
di atas bumi yang dicintainya.
Tiada kuasa lagi menegak.
Telah ia lepaskan dengan gemilang
pelor terakhir dari bedilnya
ke dada musuh yang merebut kotanya.

Ia merangkak
di atas bumi yang dicintainya.
Ia sudah tua
luka-luka di badannya.

Bagai harimau tua
susah payah maut menjeratnya.
Matanya bagai saga
menatap musuh pergi dari kotanya.

Sesudah pertempuran yang gemilang itu
lima pemuda mengangkatnya
di antara anaknya.
Ia menolak
dan tetap merangkak
menuju kota kesayangannya.

Ia merangkak
di atas bumi yang dicintainya.
Belum lagi selusin tindak
maut pun menghadangnya.
Ketika anaknya memegang tangannya
ia berkata:
"Yang berasal dari tanah
kembali rebah pada tanah.
Dan aku pun berasal dari tanah;
tanah Ambarawa yang kucinta.
Kita bukanlah anak jadah
kerna kita punya bumi kecintaan.
Bumi yang menyusui kita
dengan mata airnya.
Bumi kita adalah tempat pautan yang sah.
Bumi kita adalah kehormatan.
Bumi kita adalah jiwa dari jiwa.
Ia adalah bumi nenek moyang.
Ia adalah bumi waris yang sekarang.
Ia adalah bumi waris yang akan datang."
Hari pun berangkat malam
Bumi berpeluh dan terbakar
Kerna api menyala di kota Ambarawa.

Orang itu kembali berkata:
"Lihatlah, hari telah fajar!
Wahai bumi yang indah
kita akan berpelukan
buat selama-lamanya!
Nanti sekali waktu
seorang cucuku
akan menancapkan bajak
di bumi tempatku berkubur
kemudian akan ditanamnya benih
dan tumbuh dengan subur
Maka ia pun akan berkata:
- Alangkah gemburnya tanah di sini."

Hari pun lengkap malam
ketika ia menutup matanya

 

C.  PROSES UJIAN PRAKTIK (DEKLAMASI PUISI)

  •  Peserta ujian terlebih dahulu mengambil undian siapa yang akan lebih dulu maju.
  •  Penguji akan mengkonfirmasi no ujian serta kesiapan peserta uji 
  • Peserta uji dipersilahkan mendeklamasi puisi tanpa membaca teks
  • Peserta uji diberi kesempatan mengulang 1x apabila terjadi 'nervous'
  • Penguji memberikan skor/nilai terhadap presentasi deklamasi puisi peserta uji
  • Selanjutnya peserta uji lain maju untuk mendeklamasi puisi dan seterusnya.


D.   INDIKATOR PENILAIAN

a.    Gerak

Skor/Nilai (15-25)

     1

Persiapan (Percaya Diri)

5 – 10

     2

Penguasaan panggung

5 – 10

b.    Perwajahan

Skor Nilai (15-35)

     1

Mimik wajah

5 – 20

     2

Gestur

10 – 15

c.    Vocal

Skor Nilai (11-45)

     1

Artikulasi

5 – 15

     2

Intonasi

5 – 30

     3

Jeda

1 – 5

Nilai maksimal

100

  Catatan:

  • Artikulasi: Bagaimana peserta uji pengucapan kata atau bunyi bahasa.
  • Intonasi: Penggunaan variasi nada dalam pengucapan kalimat.
  • Mimik wajah: Peserta uji mempresentasikan perubahan ekspresi wajah untuk menunjukkan perasaan (tidak monoton)
  • Volume suaraTingkat keras atau lemahnya pengucapan kata atau bunyi.

                 



 

 

 

 

 

 

                Jakarta,     Februari 2026

                        Guru Bahasa Indonesia

                                Selaku penguji

 

 

 

                        Henro D. P.  Silaban, S. Pd.

 

0

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan bijak